Rabu, 30 April 2014

Etimologi Nama dari " I Putu Arya Riana Putra "

Etimologi Nama " I Putu Arya Riana Putra "




Etimologi adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. Misalkan kata etimologi sebenarnya diambil dari bahasa Belanda etymologie yang berakar dari bahasa Yunani; étymos (arti sebenarnya adalah sebuah kata) dan lògos (ilmu). Pendeknya, kata etimologi itu sendiri datang dari bahasa Yunani ήτυμος (étymos, arti kata) dan λόγος (lógos, ilmu).

Beberapa kata yang telah diambil dari bahasa lain, kemungkinan dalam bentuk yang telah diubah (kata asal disebut sebagai etimon). Melalui naskah tua dan perbandingan dengan bahasa lain, etimologis mencoba untuk merekonstruksi asal-usul dari suatu kata - ketika mereka memasuki suatu bahasa, dari sumber apa, dan bagaimana bentuk dan arti dari kata tersebut berubah.

Etimologi juga mencoba untuk merekonstruksi informasi mengenai bahasa-bahasa yang sudah lama untuk memungkinkan mendapatkan informasi langsung mengenai bahasa tersebut (seperti tulisan) untuk diketahui. Dengan membandingkan kata-kata dalam bahasa yang saling bertautan, seseorang dapat mempelajari mengenai bahasa kuno yang merupakan “generasi yang lebih lama”. Dengan cara ini, akar bahasa yang telah diketahui yang dapat ditelusuri jauh ke belakang kepada asal-usul keluarga bahasa Austronesia.
Kutipan dari : Wikipedia


Selanjutnya..

Nama I Putu Arya Riana Putra berasal dari empat kata yaitu; I, Putu, Arya, Riana & Putra. Akan saya jelaskan yaitu;

Pertama dari kata I yang berarti seorang lelaki/ laki-laki dalam artian orang Bali, kalo seorang wanita menggunaka kata Ni.

Selanjutnya kata Putu yang berarti anak pertama untuk sebutan keturunan orang Bali, ada juga sebutan anak pertama orang keturunan Bali selain kata Putu yaitu; Wayan, Gede dan Luh. Untuk sebutan anak kedua orang keturunan Bali yaitu; Kade, Kadek, Nengah & Made. Untuk sebutan anak ke-tiga orang keturunan Bali yaitu; Nyoman & Komang. Untuk sebutan anak ke-empat orang keturunan bali yaitu; Ketut. Untuk sebutan anak setelah ke-empat balik lagi ke nama sebutan anak pertama, biasanya di Bali sering di katakan yaitu " Putu balik " karena namanya anak pertama mengulang di anak ke-lima seperti siklus. Dan selanjutnya seperti itu tiap empat anak namanya kembali lagi keawal.

Selanjutnya kata Arya yang berarti nama leluhur atau marga keluarga saya di ambil dari kata salah satu nama marga yaitu Arya Dauh Bale Agung yang dahulu pekerjaan leluhur saya sebagai penjaga keamanan (Ksharya - dalam catur varna agama Hindu atau Sanatana Dharma) pada suatu kerajaan di Bali. Sedikit cerita terjadinya Kasta di Bali Masalah “kasta” memang menjadi “penyakit” menahun yang tak kunjung sembuh pada beberapa kelompok umat Hindu di Bali. Betul dalam agama Hindu, sistem kasta tidak ada; yang ada sistem warna atau varna dalam Veda.
Hinduisme kemudian menyebar ke Indonesia lengkap dengan tatanan masyarakat menurut “varna” masing-masing. Mula-mula di Jawa tatanan masyarakat masih murni menurut Veda yaitu tatanan menurut profesi atau “varna”.
Ketika Majapahit hendak meluaskan kerajaan dengan cita-cita menyatukan Nusantara yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya Gajahmada, maka Majapahit menundukkan Kerajaan Bali Dwipa pada abad ke-13. Para “penjajah Majapahit” membawa serta kaum elit yang memimpin kerajaan Samprangan. Kaum elit itu dinamakan Triwangsa, yaitu Brahmana, Kshatrya, dan Vaishya. Semua penduduk Bali-asli yang dijajah, dikelompokkan sebagai varna Shudra.
Tujuan politik Gajahmada adalah agar kaum Bali-asli tidak bisa eksis, sehingga kelanggengan pemerintahan Samprangan dapat berlanjut terus.
Sejak masa itulah “Varna” di Bali berubah menjadi “Wangsa” atau “Kasta” karena hak-hak kebangsawanan diturunkan kepada generasi seterusnya. Diperparah lagi oleh kaum penjajah yaitu Belanda memperkuat system kasta yang berkembang di Bali padahal sebenarnya salah dan tidak benar menurut Hindu. Penjajah Belanda, selama 350 tahun menguatkan sistem kasta karena ini sesuai dengan politik divide et impera – nya.

Selanjutnya kata Riana yang berarti nama gabungan dari kedua orang tua kandung saya yaitu Sujiatna dan Sukreni, Ri berasal dari Sukreni (sukRenI) dan Ana berasal dari Sujiatna (sujiAtNA).
Sepanjang hidup saya ini kata yang paling sering kena ejekan teman, guru bahkan dosen, biasanya di plesetkan menjadi Riani. Gimana gak sedih kalo di plesetkan begitu. Saya sih hanya bisa sabar saja, asalkan saya, saya masih bisa tahan dari plesetan tersebut.

Dan terakhir kata Putra yang berarti seorang lelaki atau laki - laki dalam artian lebih nasional dalam bahasa Indonesia. Untuk menyebutan bahwa yang punya nama ini adalah seorang laki-laki.

Jadi kesimpulan dari nama saya adalah " Saya atau I Putu Arya Riana Putra adalah lelaki dari keturunan orang Bali, dengan marga Arya Dauh Bale Agung, dengan anak kandung atau biologis dari Sujiatna & Sukreni yang kedua orang tua saya notabennya memang orang asli keturunan Bali, dengan jenis kelamin laki-laki ".